Gambar: ENT

Semua orang pasti pernah mengalami batuk, ini penting karena merupakan bagian dari sistem pertahanan dan perlindungan karena bertujuan untuk membersihkan jalan napas dari lendir, benda asing, atau kuman. Efek batuk yang berkepanjangan bisa mengganggu dan merugikan karena mempengaruhi pernapasan, aktifitas soail, pola tidur, nyeri dan efek sosial.

Batuk menjadi masalah yang sering ditemukan pada pasien yang dirawat di ruang perawatan interna atau penyakit dalam, khususnya pasien-pasien yang mengalami masalah pada sistem pernapasan. Batuk bukanlah sebuah dianosis medis, melainkan gejala yang harus dicari penyebabnya.



Batuk dapat memberikan manfaat karena merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan sekret atau lendir, ini bisa terjadi jika dilakukan dengan benar oleh pasien atau klien, untuk itu seorang perawat haruslah dapat mengajarkan cara batuk efektif kepada pasien sehingga dapat mengeluarkan sekret/lendir dengan baik.

Prosedur latihan batuk efektif

  1. Lakukan pengkajian kepada pasien.
  2. Jelaskan tujuan dan prosedur
  3. Siapkan alat dan bahan
    1. Sarung tangan bersih
    2. Tisu
    3. Bengkok dengan cairan desinfektan
    4. Suplai oksigen (bila perlu)
    5. Pengalas
  4. Lakukan cuci tangan 6 langkah
  5. Pasang sarung tangan bersih (jika perlu)
  6. Identifikasi kemampuan batuk
  7. Atur posisi semi-fowler dan fowler
  8. Anjurkan menarik napas melalui hidung selama 4 detik, minta pasien menahan napas selama 2 detik, kemudian menghebuskan napas dari mulut dengan bibir dibulatkan selam 8 detik.
  9. Anjurkan latihan napas dalam selama 3 kali
  10. Anjurkan batuk dengan kuat langsung setelah tarik napas dalam yang ke-3
  11. Kolaborasi pemberian mukolitik dan ekspektoran (jika perlu)
  12. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan
  13. Lepaskan sarung tangan
  14. Cuci tangan 6 langkah
  15. Dokumentasi prosedur dan respons pasien.

Mengeluarkan lendir atau dahak pasien sangat penting untuk dilakukan karena beresiko mengalami obstruksi jalan napas yang dapat membuat pemenuhan kebutuhan oksigen tidak adekuat.


Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *