Gambar: Drsergiomazzei

Edema adalah kondisi membengkaknya jaringan tubuh akibat penumpukan cairan. Edema bisa terjadi di beberapa bagian tubuh misalnya tangan, kaki, dan lengan. Edema terjadi karena adanya kondisi vena yang terbendung terjadi peningkatan tekanan hidrostatik intra vaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung).

Kondisi edama atau pembengkakan pada bagian ekstremitas atau maupun bawah pasien dapat menyebabkan terganggunya aktivitas atau kemandiri klien dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian yang lebih rinci terkait edema yang terjadi pada pasien, salah satunya dapat menentukan derajat edema.



Penilaian skala atau deraja dedema penting dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan diagnosis edema. Jika teridentifikasi adanya pembengkakan pada ekstremitas atas atau bahwa maka perlu dilakukan uji pitting edema (pemeriksa melakukan tekanan lembut pada organ yang bengkak, jika terjadi lubang atau lesung pipit selama 5-15 detik.

Edema dapat disebabkan karena gravitasi, kondisi medis (gagal jantung, masalah pada paru-paru, hati, ginjal dan tiroid), efek obat, konsumsi garam yang tinggi, kehamilan, dan gangguan antibodi.

Menentukan derajat edema

  1. Derajat 1: kedalamannya 2 mm denganw aktu kembali 3 detik
  2. Derajat 2: kedalamannya 3-4 mm dengan waktu kembali kurang dari 15 detik
  3. Derajat 3: kedalamannya 5-6 mm waktu kembali lebih 15-60 detik.
  4. Derajat 4: kedalamannya 8 mm dengan waktu kembali sampai 3 menit.

Pengobatan dari edema bervariasi karena berdasarkan penyebabnya. Jika penyebabnya karena masalah atau penyakit misalnya penyakit pada paru sebaiknya untuk berhenti merokok, jika masalah pada jantung perlu dilakukan pemantauan konsis garam, cairan dan berat badan, serta untuk menghindari konsumsi alkohol.

Untuk mengurangi pembekakan maka berikut yang perlu dilakukan oleh pasien:

  • Jika edema terjadi pada ekstremitas atas lakukan elevasi (letakan bantal) pada kaki sehingga daerah bawah lebih tinggi dari posisi jantung.
  • Jangan duduk atau berdiri dalam waktu yang lama tanpa bergerak atua berjalan.
  • Kenakan kaus kaki atau stoking untuk memberikan tekanan pada bagian tubuh agar cairan tidak terkumpul.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Ikuti program medikasi, biasanya pasien diberikan diuretik.

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *