Oleh: Arlisa Wulandari Usman (Semester 7/A)

Akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan munculnya virus baru yang menginfeksi saluran pernapasan yang saat ini dikenal dengan sebutan Corona Virus Disease atau covid-19. Corona virus Disease atau covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus yaitu Sars-CoV-2. Covid 19 dapat menimbulkan gejala gangguan pernapasan akut seperti demam diatas 38oC, batuk dan sesak napas bagi manusia. Selain itu, dapat disertai dengan lemas, nyeri otot, dan diare. Pada penderita Covid-19 yang berat, dapat menimbulkan pneumonia, syndroma pernapasan akut,bahkan sampai kematian. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet (percikan cairan) pada saat bersin dan batuk (Kemenkes PADK,2020).

Kasus Covid-19 pertama kali muncul di wuhan Cina yang kemudian semakin menyebar ke seluruh dunia. Saat ini perkembangan kasus covid-19 di dunia per tanggal 17 Desember 2020 sudah mencapai angka 74.700.747  kasus, dengan angka kematian sebesar 1.658.635 dan sudah ditetapkan sebagai pandemi dunia oleh WHO (WHO,2020). Di indonesia sendiri sejak diumumkannya  kasus  pertama sampai tanggal 17 Desember 2020 perkembangan kasus covid-19 sudah mencapai angka 643.508  kasus dengan jumlah kematian 19.390 (Kemenkes RI,2020). Angka ini terus meningkat dari hari ke hari. Saat ini indonesia tercatat dalam posisi ke 19 penyumbang kasus terbanyak di dunia (Worldometers.info).



Covid-19 merupakan krisis multidimensi yang perkembangannya sangat berdampak bagi seluruh aspek kehidupan dan juga seluruh elemen masyarakat tidak terkecuali bagi tenaga kesehatan terkhususnya perawat. Di masa pandemi perawat menjadi garda terdepan dalam memberikan penanganan terhadap pasien yang terinfeksi covid-19. Disaat hampir sebagian besar masyarakat diwajibkan untuk melakukan work from home (WFH), tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit termasuk perawat masih tetap melaksanakan tugasnya untuk memberikan pelayanan. Ditengah kepanikan dan ketakutan mengenai infeksi virus ini, perawat dihadapkan pilihan untuk menjunjung tinggi  tanggung jawab profesional atau keamanan diri dan keluarga.

Ditengah pandemi Covid-19 perawat mempunyai peran penting dalam pelayanan kesehatan. Peran perawat dalam bentuk asuhan keperawatan adalah rangkaian interaksi perawat dengan penderita dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian penderita (Jawapos.com). Hal ini sesuai dengan undang-undang No.38 tahun 2014 tentang keperawatan, peran perawat yaitu sebagai caregiver yang merupakan peran utama, dimana perawat akan terlibat aktif selama 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan di tatanan pelayanan klinis seperti di rumah sakit. Selain itu, perawat juga mempunyai peran sebagai edukator, dimana perawat sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat.

Perawat berperan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana Covid-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala dari Covid-19. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat menjadi lebih waspada dan menerapkan perilaku pencegahan dan juga tidak panik. Selain itu, perawat juga berperan sebagai advokat untuk membantu mengurangi stigma masyarakat bagi pasien dan keluarga yang terindikasi Covid-19.

Dalam memberikan asuhan pada pasien covid-19, perawat dituntut untuk selalu bersikap adil tanpa membedakan status dan golongan dari pasien tersebut. Selain itu, perawat juga harus selalu bersikap jujur kepada keluarga pasien terkait kondisi yang dialami pasien, akan tetapi tindakan jujur tersebut tidak sepenuhnya mendapat respon yang baik dari masyarakat.  Sebagaimana yang beredar di masyarakat , banyak yang menganggap bahwa covid-19 dijadikan sebagai lahan bisnis oleh rumah sakit. Anggapan seperti itu yang terkadang menjadi dilema tersendiri bagi tenaga kesehatan khususnya perawat.

Ditengah beban kerja yang berat dan kecemasan dalam menangani pasien yang positif Covid-19, perawat masih dituntut untuk memberikan pelayanan profesional dan sepenuh hati. Hal ini tercermin dalam perilaku caring. Caring merupakan sentral praktek keperawatan. Perilaku caring dari perawat dan pelayanan secara komprehensif serta holistik, membantu memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pasien (Kotler,2008).

Kemampuan perawat dalam memperhatikan pasien, keterampilan intelektual dan interpersonal akan tercermin dalam perilaku caring (Dwidianti,2008). Watson (2004) berpendapat bahwa seorang perawat harus memiliki perilaku caring dalam pelayanannya terhadap pasien, karena hubungan antara pemberi pelayanan kesehatan dengan pasien merupakan faktor yang mempengaruhi proses kepuasan dan kesembuhan pasien tersebut.

Semua tenaga kesehatan terkhusus perawat yang saat ini berperan dan terlibat dalam merawat pasien covid-19 di seluruh rumah sakit mengorbankan kepentingan pribadi dan juga keluarga. mereka telah mengorbankan keselamatan diri dan juga menghadapi resiko besar tertular virus hingga bisa berakhir dengan kematian. Di berbagai daerah, masih banyak perawat yang ditolak masyarakat di lingkungannya sendiri setelah menjalankan tugas karena dianggap sebagai pembawa virus. Bahkan, sudah banyak perawat di indonesia yang meninggal selama menjalankan tugas. Menurut data dari tim mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBID) menyebutkan berdasarkan data terbaru pertanggal 15 Desember 2020, terdapat total 363 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 ini. Rincian total angka kematian ini adalah 202 dokter, 15 dokter gigi dan 146 perawat (Kompas.com).

Sebagai bagian dari garda terdepan dalam penanganan kasus covid-19 tidak sedikit yang mengalami kelelahan baik secara fisik dan juga mental. Tingginya beban kerja dalam menangani kasus pasien covid-19 kurangnya fasilitas pendukung berupa alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan nutrisi yang belum tentu adekuat bisa membuat imunitas tubuh menurun sehingga resiko tertular virus makin tinggi. Oleh karenanya pemerintah dan seluruh pihak terkait semestinya memberikan apresiasi tertinggi bagi peran perawat. Banyak hal yang bisa dilakukan antara lain dengan memberikan penghargaan secara material bagi mereka selama menjalankan tugas, dengan memprioritaskan asupan nutrisi, pengadaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan standar penanganan pasien menular infeksius untuk menurunkan resiko penularan virus kepada tenaga kesehatan serta pemberian insentif yang sesuai dan untuk seluruh masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mendapatkan pengetahuan mengenai covid-19 agar tidak menebarkan hoax dan isu-isu negatif.

Keselamatan pasien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) dan petugas sangat menentukan percepatan penanganan covid-19 dengan memutus rantai penularannya. Sehingga pasien yang dirawat dapat sembuh dan penularannya dapat dicegah.



Perjuangan petugas kesehatan tidaklah bermakna tanpa di dukung peran aktif masyarakat dalam mengatasi pandemic ini. Kepedulian dan dukungan masyarakat sangat diperlukan dalam mempercepat penanganan Covid-19 serta memutus mata rantai penularan covid-19. Masyarakat diharapkan selalu mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah dengan  3M yaitu : selalu Memakai masker, Selalu mencuci tangan dengan sabun  serta menjaga jarak (Social distancing). Kerjasama antara pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat dengan selalu menjalankan peran dan fungsi masing-masing dapat segera mengakhiri kondisi pandemic yang terjadi saat ini.


Sumber:

  • Yustisia Nova, 2020. Adaptasi Perilaku Caring Perawat Pada Pasien Covid-19 Di Ruang Isolasi.
  • Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, Volume 08, Nomor 02, Oktober 2020; 117-127.
  • https://www.pdak.kemkes.go.id/article/read/2020/04/23/21/hindari-lansia-dari-covid-19.html
  • https://www.jawapos.com/opini/09/04/2020/dilema-perawat-saat-pandemi/%3famp
  • https://fkep.unand.ac.id/en/informasi-berita/item/371-perawat-garda-terdepan-dalam-penaganan-covid-19-antara-profesionalisme-dan-keselamatan-diri
  • https://nursing.ui.ac.id/makna-altruism-bagi-perawat-dan-keselamatan-pasien-di-masa-pandemi-covid-19/
  • https://kompas.com/sains/read/2020/12/15/170000123/idi–363-tenaga-medis-meninggal-karena-covid-19/
  • https://worldometer.info_coronavirus-?utm_campaign=homeAdvegas1?

1 Comment

Leave a Comment