Gangguan/Masalah Kebutuhan Eliminasi Uri

Gustinerz.com | Kebutuhan eliminasi uri merupakan kebutuhan dasar untuk dapat buang air kecil secara normal. Eliminasi uri masuk dalam kebutuhan fisiologis yang harus segera dipenuhi. Berikut masalah atau gangguan eliminasi uri yang sering terjadi pada pasien

Gangguan/masalah yang sering didapakan pada eliminasi uri

Retensi urin adalah penumpukan urine dalam bladder (kandung kemih) dan ketidakmampuan bladder untuk mengosongkan kandung kemih yang menyebabkan distensi dari vesika urinaria yang ditandai dengan ketidaknyamanan daerah pubis.

Inkontinensia total adalah keadaan dimana seseorang mengalami pengeluaran urine yang terus menerus dan tidak dapat diperkirakan, ditandai dengan terjadi pada saat tidak diperkirakan, tidak ada distensi kandung kemih dan nokturi.



Inkontinentia stres adalah keadaan seseorang mengalami keilangan urine kurang dari 50 ml yang terjadi dengan peningkatan tekanan abdomen, yang ditandai dengan adanya urin menetes dengan penignkatan tekanan abdomen, adanya dorongan berkemih, dan sering miksi (lebih dari setiap 2 jam).

Inkontinentia refleks adalah dimana seseorang mengalami pengeluaran urin yang tidak dirasan, yang terjadi pada interval yang dapat diperkirakan apabila volume kandung kemih mencapai jumlah tertentu, ditandai dengan tidak ada dorongan untuk berkemih, merasakan kandung kemih penuh, dan kontraksi atau spasme kandung kemih tidak dihambat pada interval teratur.

Inkontinentia fungsional adalah seseorang yang mengalami pengeluaran urin secara involunter dan tidak dapat diperkirakan. Ditandai dnegan adanya dorongan untuk berkemih dan kontraksi kandung kemih cukup kuat untuk mengeluarkan urine.

Enuresis adalah ketidaksanggupan menahan kemih (mengompol) yang diakibatkan tidak mampu mengontrol spingter eksterna

Urgency adalah perasaan seseorang untuk berkemih, takut mengalami inkontinen jika tidak berkemih.

Dysuria adalah rasa sakit dan kesulitan dalam berkemih hal ini sering ditemukan pada penyaki ISK (infeksi saluran kemih), trauama dan stiktur uretra (penyempitan uretra).

Polyuria adalah produksi urine abnormal dalam jumlah besar oleh ginjal, tanpa adanya penignaktan intake cairan, defisiensi ADH (antideuretic hormone), penyakit ginjal kronik.

Urinaria suppression adalah berhenti mendadak produksi urine, secara normal urine diproduksi oleh ginjal secara terus menerus  pada kecepatan 60-120 ml/jam.

Sumber:

  • Hidaya, A.A, 2012. Kebutuhan Dasar Manusia. HealBooks: Jakarta.