ilustrasi tenaga kesehatan | PolicyMedical

Kesehatan sampai saat ini masih menjadi bidang studi yang paling banyak diminati di Indonesia. Hasil akumulasi pelamar Program Studi (Prodi) kesehatan pada perguruan tinggi bergengsi di Indonesia kesehatan masih menjadi favorit bagi calon mahasiswa.

Di Universitas Indonesia, dari 10 Prodi SAINTEK yang paling diminati pada seleksi nasional (SBMPTN 2020) profesi dokter masih menjadi prodi paling diminati pertama, disusul profesi kesehatan masyarakat (#4), Farmasi (#5), Dokter Gigi (#6), Perawat (#7), dan Gizi (#10).



Profesi kesehatan menjadi bidang favorit mengingat lulusan kesehatan paling banyak peluang kerja dan paling banyak dicari di Indonesia. Pada penerimaan CPNS 2019 terbukti profesi kesehatan menjadi salah satu profesi dengan kuota CPNS terbanyak.

Profesi tenaga kesehatan di Indonesia teridiri dari 12 jenis sesuai dengan UU No. 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. Untuk itu dari ke 12 jenis tenaga kesehatan tersebut, perlulah kita ketahui gelar akademik atau titel (dalam bahasa Belanda) yang diberikan kepada tenaga kesehatan di Indonesia.

Baca Juga: Jenis-Jenis Tenaga Kesehatan di Indonesia

Profesi Dokter

Dokter masuk dalam tenaga kesehatan dalam ranah tenaga medis. Untuk menjadi seorang dokter akan melewati tahap pendidikan dokter dan profesi dokter. Doker sendiri bisa melanjutkan ke tahap spesialis dan subspesialis. Berikut daftar gelar / titel profesi dokter di Indonesia

ProfesiGelar/Titel
Dokterdr.
Dokter Spesialis AnestesiologiSp.An
Dokter Spesialis Ilmu Penyakit DalamSp. PD
Dokter SpesialisObstertri dan GinekologiSp.OG
Dokter Spesialis NeurologiSp.N
Dokter Spesialis Kedokteran JiwaSp.KJ
Dokter Spesialis Kesehatan MataSp.M
Dokter Spesialis Dermatologi dan VenerologiSp.DV
Dokter Spesialis Penyakit Telingat, Hidung dan TenggorokanSp.THT
Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh DarahSp.JP
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran RespirasiSp.P
Dokter Spesialis RadiologiSp.Rad
Dokter Spesialis Kedokteran Forensik dan MedikolegalSp.F
Dokter Spesialis Patologi KlinikSp.PK
Dokter Spesialis Bedah OrthopaediSp.OT
Dokter Spesialis UrologiSp.U
Dokter Spesialis Bedah SarafSp.BS
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan RehabilitasiSp.RM
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan EstetikSp.BP-RE
Dokter Spesialis Kedokteran dan Olah RagaSp.KO
Dokter Spesialis Mikrobiologi KlinikSp.MK
Dokter Spesialis Farmakologi KlinikSp.FK
Dokter Spesialis Kedokteran OkupasiSp.Ok
Dokter Spesialis Bedah Thoraks KardiovaskulerSp.BTKV
Dokter Spesialis RadiasiSp.OnkRad
Dokter Spesialis Kedokteran PenerbanganSp.KP
Dokter Spesialis Gizi KlinikSp.GK
Dokter Spesialis Parasiologi KlinikSp.ParK
Dokter Spesialis Akupunktur MedikSp.Ak
Dokter Spesialis AnakSp.A

Profesi Dokter Gigi

Sama halnya dengan dokter, profesi dokter gigi masuk dalam jenis tenaga kesehatan medis. Proses menjadi seorang dokter sama dengan profesi dokter. Dokter gigi juga memiliki 8 jenis spesialis.

ProfesiGelar / Titel
Dokter Gigidrg.
Dokter Gigi Spesialis Bedah MulutSp.BM
Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi AnakSp.KGA
Dokter Gigi Spesialis Konservasi GigiSp.KG
Dokter Gigi Spesialis Penyaki MulutSp.PM
Dokter Gigi Spesialis OrtodonsiaSp.Ort
Dokter Gigi Spesialis PeriodonsiaSp.Perio
Dokter Gigi Spesialis ProstodonsiaSp.Pros
Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran GigiSp.RKG

Profesi Perawat

Perawat merupakan salah satu jenis tenaga kesehatan di Indonesia, dari semua jenis kesehatan perawat memiliki jumlah terbanyak. Di fasilitas pelayanan kesehatan Rumah Sakit perawat jumlah perawat tidak kurang dari 50% jumlah tenaga kesehatan. Perawat sendiri memiliki 2 jenis yakni perawat Profesi Ners dan Vokasi. Profesi perawat juga saat ini telah mengembangkan program spesialisasi keperawatan.

ProfesiGelar / Titel
NersNers / Ns.
Ners Spesialis Keperawatan Medikal BedahSp.Kep.MB
Ners Spesialis Keperawatan MaternitasSp.Kep.Mat
Ners Spesialis Keperawatan KomunitasSp.Kep.Kom
Ners Spesialis Keperawatan JiwaSp.Kep.J
Ners Spesialis Keperawatan AnakSp.Kep.An
Perawat Vokasi DIIIAmd.Kep
Perawat Vokasi DIVS.ST.Kep

Psikolog Klinik

Pendidikan Psikolog klinis yaitu Sarjan (S1) Psikologi dengan gelar S.Psi yang telah mengikuti profesi psikologi dan Magister (S2) Profesi Psikologi di bidang Psikologi Klinis dengan gelar M.Psi.

Bidan

Bidan adalah seorang perempuan yang telah lulus dari pendidikan kebidanan dari institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program studi kebidanan. Saat ini telah dikembangkan Profesi Bidan dengan gelar Bd. Gelar pendidikan Amd.Keb untuk Diploma III Kebidanan dan D4 Kebidanan dengan gelar S.Tr.Keb.

Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian

Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker dengan gelar S.Farm., Apt., sementara itu tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian yang terdiri dari Sarjana Farmasi (S.Farm),  Ahli Madya Farmasi (Amd.Farm), Analis Farmasi (Amd.Si), dan asisten apoteker.



Kesehatan Masyarakat

Dalam UU No. 36 tahun 2014 dijelaskan bahwa yang termasuk dalam tenaga kesehatan masyarakat adalah epidemiologi kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistuj dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga. Gelar akademik yang didapatkan ketika lulus jurusan ini adalah SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat).

Pada jenjang S2 mendapatkan Gelar MKM (Magister Kesehatan Masyarakat), M.Epid (Magister Epidemiologi), MARS (Magister Administrasi Rumah Sakit).

Kesehatan Lingkungan

Tenaga kesehatan lingkungan terdiri dari Sanitasi Lingkungan, Entomolog Kesehatan, dan Mikrobiolog Kesehatan. Gelar yang didapat ketika telah menyelesaikan studi di prodi ini adalah S.KL (Sarjana Kesehatan Lingkungan).

Gizi

Tenaga kesehatan Gizi memiliki gelar S.Gz (Sarjana Gizi) atau Amd.Gz (Ahli Madya Gizi). Profesi Gizi sangat penting dalam mengelola program gizi dan kesehatan pada masyarakat. Profesi Gizi berperan pada industri pangan, pengaturan makanan pasien di rumah sakit, mengatasi masalah obsesitas, gizi pada ibu hamil, dan lainnya.

Tenaga Keterapian Fisik

Terdiri dari Fisioterapis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara dan Akupuntur. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu atau kelompok untuk mengembangkan memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan, dan pelatihan fungsi komunikasi.

Gelar yang didapat pada jurusan ini adalah S.Ft (Sarjana Fisioterapi), lulusan D3 Amd.Ft (Ahli Madya Fisioterapi) dan lulusan D4 S.Tr.Ft (Sarjana Terapan Fisioterapi).

Tenaga Keteknisian Medis

ProfesiGelar / Titel
Perekam MedisAmd.RMIK (Ahli Madya rekam Medik dan Informasi Kesehatan)
Teknik KariovaskulerA.Md.T
Teknisi Pelayanan Darah atau Teknologi Bank DarahA.Md.Kes (Ahli Madya Kesehatan)
Refraksi OptisiAmd.Kes atau Amd.RO (Ahli Madya Refraksi Optisi)
Teknisi GigiAMTG / Amd.Kes
Penata AnastesiSTr Kep An
Terapis Gigi dan Mulut
AudiologiA.Md.Kes

Tenaga Teknik Biomedika

ProfesiGelar / Titel
RadiograferA.Md.Rad
Teknik ElektromedikA.Md.TEM / S.St (D4)
Ahli Teknologi Laboratorium Medik Amd.Kes / S.Tr.Kes (D4)
Fisikawan MedikS.Si (Sarjana Sains)
Ortotik ProstetikAmd.OP
Radioterapi A.Md.Kes

Tenaga Kesehatan Tradisional

Tenaga Kesehatan Tradisional adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan tradisional serta memiliki pengetahuan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan tradisional yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan tradisional.


Sumber:

  • UU No. 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan
  • Berbagai aturan peraundang-undangan lainnya yang terkait
  • Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 256/M/KPT/2017 tentang Program Studi