Gustinerz.com | Proses keperawatan merupakan cara sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama klien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian, menetukan diagnosa, merencanakan tindakan, melaksanakan tindakan serta mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pada klien, berorientasi pada tujuan, serta setiap tahap saling terjadi ketergantungan dan berhubungan.

Asuhan keperawatan adalah rangkaian interaksi perawat dengan klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian klien dalam merawat dirinya (UU 38/2014).

Mengapa proses keperawatan penting?

Proses keperawatan sebagai alat bagi perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada klien memiliki arti penting yakni.

  1. Dapat meningkatkan kemandirian pada perawat dlam melaksanakan tugasnya karena didalam proses keperawatan terdapat metode ilmiah keperawatan yang berupa langkah-langkah proses keperawatan.
  2. Dapat meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan tugas.
  3. Dapat meningkakan kemampuan intelektual dan teknikal dalam tindakan keperawatan
  4. Meningkatkan rasa tanggung jawab dan tanggung gugat bagi perawat untuk mencegah tindaka yang merugikan atau menghindari adanya tindakan yang tidak legal.

Baca juga: Teori Proses Keperawatan oleh Ida Jean Orlando



Tujuan proses keperawatan

  1. Dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar manusia yang bersifat tidak mampu, tidak mau dan tidak tahu.
  2. Dapat menentukan diagnosa keperawatan setelah dilakukan pengkajian/identifikasi.
  3. Dapat menentukan rencana tindakan setelah diagnosa ditegakan.
  4. Dapat melaksanakan tindakan setelah direncanakan.
  5. Dapat mengetahui perkembangan pasien dari berbagai tindakan yang telah dilakukan, serta untuk meningkatkan tingkat keberhasilan.

Komponen dalam proses keperawatan

Komponen/tahap proses keperawatan adalah sebagai berikut

  1. Tahap pengkajian: langkah pertama dari proses keperawatan dengan kegiatan mengumpulkan data atau mendapatkan data yang akurat dari klien sehingga akan diketahuai berbagai permasalahan yang ada.  Kegiatan yang dilakukan adaah pengumpulan data, validasi data dan identifkasi data.
  2. Tahap diagnosa keperawatan: proses pengambilan keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga atau masyarakat. Diagnosa keperawatan berbeda dengan diagnosa medik. Diagnosa keperawatan menguraikan respon individu terhadap proses penyakit yang dialami klien dan sifatnya mudah berubah apabial respon berubah, sementara untuk diagnosa medik mengurakan proses patologis (penyakit secara spesifik) dan sifatnya relatif konstan (tetap). Ada beberapa tipe/jenis diagnosa keperawatan yakni
    • Diagnosa keperawatan aktual: menggambarkan respons klien terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupannya yang menyebabkan klien mengalami masalah kesehatan. Tanda/gejala mayor dan minor dapat ditemukan.
    • Diagnosa risiko: menggambarkan respons klien terhadap kondisi ksehatan atau proses kehidupannya yang dapat menuebabkan klien berisiko mengalami masalah kesehatan. Tidak ditemukan tanda/gejala mayor dan minor pada klien, namun klien memiliki faktor risiko mengalami masalah kesehatan.
    • Daignosa promosi kesehatan: menggambarkan adanya keinginan dan motivasi klien untuk meningkatkan kondisi kesehatannya ke tingkat yang lebih baik atau optimal.
  3. Tahap perencanaan: merupakan suatu proses menyusun berbagai intervensi keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah, menurunkan atau mengurangi masalah-masalah klien.
  4. Tahap pelaksanaan: terdapat jenis tindakan yakni mandiri dan kolaborasi.
  5. Tahap evaluasi: evaluasi meruapakn langkah terakhir dari proses keperawatan dengan cara melakukan identifikasi sejauh mana tujuan dari rencana keperawatan tercapai atau tidak.

Sumber:

  • Buku Kebtuuhan Dasar Manusia oleh A. Aziz dan Musrifatul U tahun 2012.
  • UU Keperawatan No. 38 Tahun 2014.