Upaya Mahasiswa Keperawatan dalam Meminimalisir Kepanikan Masyarakat terhadap Pandemi Covid-19

ilustrasi | ©nursejournal
Esai oleh: Della Paramita Kadir (Semester 1/C)

Pada akhir tahun 2019 merupakan tahun penuh kejutan bagi semua negara dibelahandunia. Hal ini disebabkan menyebarnya wabah penyakit bernama Covid-19 yang mulai berkembang di Wuhan, Cina. Worrld Health Organization (WHO) menyatakan wabah penyebaran virus ini sebagai pandemi dunia saat ini. Hal ini juga dialami di Negara Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Pandemi covid-19 membuat hampir seluruh kegiatan dihentikan sementara waktu termasuk dunia pendidikan yang terpaksa melaksanakan pembelajaran secara online atau daring khususnya di perguruan tinggi, langkah ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran covid-19 di Indonesia. Kuliah daring memiliki berbagai berdampak pada kemampuan mahasiawa.

Untuk mengurangi kecemasan di masyarakat, sudah sepatutnya kita melakukan berbagai hal untuk meningkatkan optimisme masyarakat di tengah pandemi ini. Masyarakat yang masih mampu mencukupi kebutuhan hidupnya banyak yang meningkatkan kepeduliannya dengan berkontribusi untuk membantu golongan yang tidak mampu dengan cara melakukan penggalangan dana, melakukan donasi. Ada juga kelompok-kelompok lain yang membantu menjahitkan APD untuk tenaga kesehatan serta memproduksi masker dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada orang-orang yang masih harus bekerja di luar.



COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO sudah menyatakan COVID-19 sebagai darurat internasional. Dan di mana virus belum menyebar, rumah sakit, dan klinik di seluruh dunia telah mempersiapkan lonjakan pasien coronavirus dan memprioritaskan penanganan terhadap penyakit ini. Orang-orang yang berada di tempat-tempat di mana virus corona itu beredar diketahui memiliki risiko. Jika mereka sakit, rantai penularannya jelas. Dan selama otoritas kesehatan dapat melacak rantai itu, wabah belum dianggap di luar kendali. Tetapi ketika orang mulai terinfeksi tanpa sebab yang jelas, itu menandakan penyebaran infeksi yang lebih luas di seluruh populasi, kunci untuk mendeklarasikan pandemi. Untuk flu, WHO biasanya menyebut pandemi ketika virus baru menyebar di dua wilayah di dunia; COVID-19 sekarang menyebar di empat bagian di dunia.

Semenjak virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 muncul pada akhir tahun lalu, masih terdapat ketidakpastian dari mana virus berasal. Berbagai teori dan konspirasi bermunculan soal asal muasal virus yang disebut SARS-CoV-2 ini. Sebuah penelitian ilmiah menunjukkan, virus SARS-CoV-2 tidak direkayasa oleh manusia dan berasal dari kelelawar. Lebih lanjut, hasil dari penelitian ini memecahkan misteri bahwa asal muasal virus tersebut adalah dari orang yang memakan hewan terkontaminasi di Pasar Makanan Laut Huanan, Wuhan, Cina. Kontaminasi tersebut diakibatkan oleh pembuangan ceroboh bahan berbahaya di pusat Wuhan untuk fasilitas Pengendalian Penyakit dekat dengan pasar tersebut.

World Health Organization (WHO) juga menjelaskan bahwa penyebaran virus corona bisa melalui penularan dari orang yang telah terinfeksi virus corona serta sudah dinyatakan positif. Ketika seseorang yang telah terinfeksi bersin dan batuk, maka partikel-partikel virus tersebut akan menyebar melalui mulut atau hidung yang kemungkinan akan mengenai permukaan kemudian disentuh oleh orang yang sehat serta dihirup oleh orang sehat yang berdekatan dengan seseorang yang telah terinfeksi virus corona. Beberapa laporan menyebutkan penyebaran wabah COVID-19 yang tinggi di area-area tertutup seperti restoran, tempat hiburan malam, tempat kebugaran, tempat ibadah dan tempat kerja di mana terdapat aktivitas banyak orang yang berkumpul dan saling berbicara, berteriak ataupun bernyanyi. Terkait gejala, WHO menambahkan bahwa orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala yang paling umum seperti demam, kelelahan dan batuk kering, beberapa juga mengalami gejala lain seperti pilek, dan sakit tenggorokan.

Akibat wabah corona ini, banyak masyarakat ketika flu dan demam merasa khawatir itu termasuk gejala virus corona. Padahal bisa jadi karena tengah musim hujan. Oleh karena itu cara penanganan corona harus diketahui. Adapun cara penanganan jika terkena mengalami gejala antara lain:

  1. Tetap di rumah
  2. Hindari transportasi umum
  3. Jaga jarak dengan anggota keluarga
  4. Batasi kontak dengan hewan peliharaan
  5. Tutup saat bersin dan batuk
  6. Sering cuci tangan dan hindari menyentuh wajah
  7. Menggunakan masker
  8. Selalu menyediakan hand sanitizer

Adapun dampak negatif dari pandemi covid 19

  1. Rumah sakit kewalahan
  2. Nakes tertular
  3. Takut ke rumah sakit
  4. Pasien depresi
  5. Stigma buruk ke nakes

Meskipun demikian, covid 19 bukan hanya berefek negatif terhadap masyarakat, melainkan terdapat pula dampak positif antara lain:

  1. Masyarakat lebih peduli terkait kebersihan
  2. Nakes lebih waspada
  3. Kehidupan nakes lebih teratur
  4. Kesadaran masyarakat dalam berolahraga

Respons masyarakat terhadap wabah virus COVID-19 masih cenderung negatif. Namun begitu hal ini bisa mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak positif dalam mencegah penularannya. Hasil survei menunjukkan, 69,6% responden di enam kota mengaitkan virus corona dengan aspek negatif seperti, berbahaya, menular, darurat, mematikan, menakutkan, khawatir, wabah, pandemi, dan penyakit. Ketakutan jika dimanfaatkan dengan benar, bisa mengarahkan ke perilaku yang lebih baik. Karena kalau tidak diolah dengan baik ketakutan ini hanya akan jadi ketakutan saja, tidak menjadi aset untuk mengolah perubahan perilaku. Untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perubahan perilaku ini, lanjutnya, penting juga untuk mengetahui media penyalurannya yang tepat. Sumber informasi yang paling dipercayai masyarakat mengenai virus corona ini adalah media massa televisi, kemudian diikuti oleh koran, radio, media sosial, WhatsApp Group, pemberitaan media online, dan situs internet.

Survei juga mengungkap perilaku masyarakat terkait menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) secara rill di lapangan menunjukkan bahwa 31,5% responden melakukan secara disiplin. Sekitar 36% responden melakukan dua dari perilaku 3M. Sementara 23,2% melakukan 1 dari perilaku 3M. Hanya 9,3% dari responden yang tidak melakukan kepatuhan terhadap 3M sama sekali.

Selama tiga bulan semenjak diumumkan kasus pertama Covid-19 pada bulan Maret 2020 oleh presiden Joko Widodo, pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigatif dan penanganan seoptimal mungkin agar virus ini tidak semakin menyebar dan membawa korban jiwa. Beragam pilihan kebijakan ditempuh untuk menghadang laju penyebaran, mulai dari penerapan physical distancing, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah yang terpetakan sebagai episentrum penyebaran. Pemerintah juga memberlakukan larangan mudik menjelang hari raya Idul Fitri.

Terlepas dari berbagai opsi kebijakan yang ditempuh, pemerintah Indonesia, seperti halnya pemerintah di negara lain, belum bisa memprediksi secara akurat kapan pandemi ini akan segera berakhir. Salah satu harapan terbesar agar pandemi ini bisa segera ditanggulangi adalah penemuan vaksin yang sedang diupayakan oleh berbagai ilmuwan di dunia. Namun demikian, seperti yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO), temuan vaksin diperkirakan paling cepat dapat terlaksana pada 2021. Hal ini berarti, setidaknya sampai akhir tahun ini, seluruh masyarakat di dunia, tidak terkecuali Indonesia, harus membiasakan diri untuk hidup berdampingan dan berdamai dengan COVID-19. Selama vaksin belum ditemukan, masyarakat dihimbau untuk patuh menaati dan menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pandemi COVID-19 yang menghantam Indonesia selama tiga bulan terakhir tidak dipungkiri membawa pengaruh yang signifikan terhadap sektor perekonomian. Pemberlakuan PSBB secara langsung ataupun tidak, telah berdampak pada sektor industri yang harus mengurangi biaya produksi dengan menutup pabrik, merumahkan karyawan, hingga melakukan PHK, sebagai upaya rasional dalam merespons penurunan jumlah permintaan dan pendapatan.

Mahasiswa sebagai golongan orang terpelajar memiliki banyak peran yang bisa mereka lakukan. Peran tersebut diantaranya sebagai agent of change dan social of control. Mahasiswa juga bisa menjadi golongan yang membantu dalam proses penangana Covid-19 terutama bagi mahasiswa keperawatan. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan tindakan promotif dan preventif kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang baik terkait keadaan pandemi saat ini. Partisipasi  yang diberikan mahasiswa keperawatan ini sedikit banyaknya akan dapat meringankan beban para perawat. Selain itu, mahasiswa keperawatan juga bisa merasakan perjuangan profesinya yang saat ini berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

Pada akhir tahun 2019 merupakan tahun penuh kejutan bagi semua negara dibelahandunia. Hal ini disebabkan menyebarnya wabah penyakit bernama Covid-19 yang mulai berkembang di Wuhan, Cina. Pandemi covid-19 membuat hampir seluruh kegiatan dihentikan sementara waktu termasuk dunia pendidikan yang terpaksa melaksanakan pembelajaran secara online atau daring khususnya di perguruan tinggi, langkah ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran covid-19 di Indonesia. Kuliah daring memiliki berbagai berdampak pada kemampuan mahasiawa.

Untuk mengurangi kecemasan di masyarakat, sudah sepatutnya kita melakukan berbagai hal untuk meningkatkan optimisme masyarakat di tengah pandemi ini. Mahasiswa sebagai golongan orang terpelajar memiliki banyak peran yang bisa mereka lakukan. Peran tersebut diantaranya sebagai agent of change dan social of control. Mahasiswa juga bisa menjadi golongan yang membantu dalam proses penangana Covid-19 terutama bagi mahasiswa keperawatan.

Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan tindakan promotif dan preventif kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang baik terkait keadaan pandemi saat ini. Partisipasi  yang diberikan mahasiswa keperawatan ini sedikit banyaknya akan dapat meringankan beban para perawat. Selain itu, mahasiswa keperawatan juga bisa merasakan perjuangan profesinya yang saat ini berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.


Referensi:

  • Ivanda, Gading Ali. 2020. Dampak Pandemi Covid 19 terhadap “Masyarakat”, https://gadingaliivanda.wordpress.com/2020/12/05/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-masyarakat/, diakses pada 13 Desember 2021 pukul 23.05.
  • Putsanra, Dipna Videlia. 2020. Pandemi adalah penyakit Mendunia Seperti Corona COVID-19 & Flu Babi, https://tirto.id/pandemi-adalah-penyakit-mendunia-seperti-corona-covid-19-flu-babi-eEvY, diakses pada 14 Desember 2021 pukul 09.00.
  • Dewi, Dinda Silviana. 2020. Dari Mana Virus Corona COVID-19 Berasal, Apakah dari Kelelawar?,https://tirto.id/dari-mana-virus-corona-covid-19-berasal-apakah-dari-kelelawar-eMJd, diakses pada 14 Desember 2021 pukul 09.20.
    Bagaimana Cara Penyebaran Virus Corona?, https://www.allianz.co.id/explore/bagaimana-cara-penyebaran-virus-corona.html, diakses pada 14 Desember 2021 pukul 09. 31.
  • Azizah, Kurnia. 2020. 13 Cara Penanganan Virus Corona Jika Anda Sakit dan Mengalami Gejala COVID-19, https://m.merdeka.com/trending/13-cara-penanganan-virus-corona-jika-anda-sakit-dan-mengalami-gejala-covid-19-kln.html, diakses pada 14 Desember pukul 09.51.
  • Febrida, Melly. 2020. Dampak Positif dan Negatif Pandemi COVID-19 di Bidang Kesehatan Seperti Apa?. https://m.liputan6.com/health/read/4415043/dampak-positif-dan-negatif-pandemi-covid-19-di-bidang-kesehatan-seperti-apa, diakses pada 14 Desember pukul 10.02.
  • Laoli, Noverius. 2020. Melihat respons masyarakat terhadap pandemi Covid-19, https://amp.kontan.co.id/news/melihat-respons-masyarakat-terhadap-pandemi-covid-19, diakses pada 14 Desember 2021 pukul 19.14.
  • Basuki, Arie. 2021. Survei: 80 Persen Masyarakat Respons Negatif Kebijakan PPKM Darurat, https://m.merdeka.com/uang/survei-80-persen-masyarakat-respons-negatif-kebijakan-ppkm-darurat.html, diakses pada 18 Desember 2021 pukul 17.33.
  • Mahasiswa Keperawatan Tanggap Memberi Peran dalam Membangun Kesadaran Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19, https://www.upnvj.ac.id/id/berita/2020/11/mahasiswa-keperawatan-tanggap-memberi-peran-dalam-membangun-kesadaran-masyarakat-di-masa-pandemi-covid-19.html, diakses pada 18 Desember 2021 pukul 18.51.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.