Konsep Perawatan Mandiri (self-care) oleh D. E. Orem

Gambar dari alternet

Gustinerz.com | Teori self-care (perawatan mandiri) dikemukakan oleh Dorothea. E. Orem tahun 1971 dan dikenal teori defisit perawatan diri (self-care deficit nursing theory) yang digunakan sampai dengan saat ini di dunia keperawatan. Self-care diartikan sebagai wujud dari perilaku seseorang dalam menjaga kehidupan, kesehatan, perkembangan, dan kehidupan di sekitarnya.

Orem menitikberatkan bahwa seseorang harus dapat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan self-care untuk dirinya sendiri dan terlibat dalam pengambilan keputusan untuk kesehatannya. Self-care berkembang seiring dengan perkembangan kehidupan individu, bergantung pada kebiasaan seseorang, kepercayaan yang dimiliki dan budaya, termasuk biopsikososial-spiritual.



Self-care dapat digunakan sebagai teknik pemecahan masalah dalam kaitannya dengan kemampuan koping dan kondisi tertekan akibat penyakit kanker.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa self-care dapat meningkatkan kualitas hidup dengan menurunkan nyeri, kecemasan, dan keletihan, meningkatakan kepuasan pasien, serta menurunkan penggunaan tempat pelayanan kesehatan dengan menurunkan jumlah kunjungan ke medis, kunjungan rumah, penggunaan obat, dan lama rawat inap di rumah sakit.

Konsep Self-care Agency

Self-care agency adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengidentifikasi, menetapkan, mengambil keputusan dan melaksanakan self-care. Faktor yang mempengaruhi self-care agency adalah usia, gender, tahapt perkembangan, tingkat kesehatan, pola hidup, sistem pelayanan kesehatan, sistem keluarga, dan lingkungan eksternal.

Self-care agency perlu diketahui oleh individu karena pelaksanaan self-care membutuhkan pembelajaran, pengetahuan, motivasi dan keterampilan atau skill. Contoh dari self-care agency antara lain pengetahuan tentang jenis makanan, pengetahuan tentang menjaga jalan napas tetap bebas, dan pengetahuan tentang sistem bantuan untuk bersihan jalan napas. Kesadaran akan kebutuhan mendapatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mencari pengetahuan akan memengaruhi tindakan yang diambil oleh seorang individu.

Sumber:

  • Nursalam, 2015. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Penerbita Salemba Medika: Jakarta.