Tantangan Perawat Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Gambar: ptzgovorit.ru

Esai oleh: ROSITA GOBEL (Semester 3C)

Paradigma Revolusi Industri 4.0

Paradigma revolusi industri muncul ketika Negara dianggap super power yang memiliki kekayaan yang luas yang menjadikan sebuah Negara maju.Atas dasar pemikiran bahwa negara yang maju adalah Negara ditandai degan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kesejahteraan yang meningkat maka lahirlah revolusi industri di bidang industri, seiring berjalannya waktu yang semakin cepat manusia telah menemukan pola baru ketika inovasi teknologi yang telah banyak makan korban yaitu internet of thingks, artificial intelligene human machine interface, 3d printing technology yang menjadi kunci keberhasilan meraih kemenangan  dalam berkompetisis etiap tahap menimbulkan konsekuensi pergerakan yang semakin cepat.

Kesehatan sebagai hak setiap manusia yang harus diwujudkan dalam bentuk pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat salah satunya tenaga perawat yang profesional yang ditujukan kepada individu, keluarga, masyarakat baik dalam kondisi sehat atau sakit. Adanya undang-undang nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan maka seluruh tenaga keperawatan di Indonesia perlu meningkatkan peran dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan Indonesia melalui praktik keperawatan yang didasarkan pada standar profesi, kode etik, standar pelayanan dan standar prosedur operasional diera revolusi industri 4.0.



Profesi perawat merupakan salah satu profesi yang sangat berpengaruh dalam proses kesembuhan pasien. Dan dapat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, ahli gizi, guna untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Di era industri 4.0 ini ilmu keperawatan harus mengadopsi perkembangan teknologi karena penanganan pasien dimasa depan juga akan berbeda seiring berjalannya waktu. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi hal yang harus di implementasikan.
Keperawatan dimasa depan akan mengarah pada penggunaan robot yang dapat menggantikan beberapa fungsi keperawatan. Hal ini bukan tidak mungkin dilakukan dengan dukungan teknologi saat ini sudah diciptakan robot yang bisa memberikan obat. Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan mengoprasikan berbagai teknologi mulai dari proses produksi dan penyaluran kepada konsumen,
Pastinya akan memberikan kesempatan baru untuk meningkatkan daya saing industri dan perubahan gaya hidup.

Era revolusi industri 4.0  terhadap dunia keperawatan dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu aspek positif dan negatif, pada aspek negatif dampak revoulsi industri 4.0 terdapat ilmu keperawatan bahwa teknologi robot bisa memberikan obat kepada pasien tidak akan peduli terhadap pelayanan terhadap pasien, robot tidak akan pernah bisa menggantikan posisi caring pada seorang perawat di era apa saja. Tetapi dampak revolusi industri 4.0 terhadap dunia keperawatan ditinjau pada aspek positif yaitu dengan adanya teknologi isolator yang bertujuan untuk memperkecil resiko pencemaran mikro organism oleh manusia, hewan, lingkungan untuk produksi yang dibuat secara aseptis, teknologi industri ini sudah tumbuh semakin pesat.

Perawat harus bersiap menghadapi era revolusi industri 4.0 dan perawat harus mampu menghadapi tantangan besar yang akan terjadi di era revolusi industri 4.0 dan di tengah globalisasi yang terjadi saat ini, seorang perawat harus bisa menyeimbangi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang berbasis teknologi. Faktor yang penting adalah keterampilan dan kompetensi perawat di tenaga medis secara konsisten. Perlu ditingkatkan sesuai perkembangan dan mengutamakan keselamatan pasien.Perawat juga harus punya critical thingking mempunyai ide inovatif, dan adaptif terhadap perubahan era menghadapi semua elemen baik itu pasien dan tenaga medis lainnya.

Peran perawat tidak sebatas memberikan asuhan keperawatan (ASKEP) melainkan wajib memiliki keahlian konseling untuk menyampaikan edukasi pada pasien, fenomena tersebut telah mengubah sifat pelayanan keperawatan dari pelayanan fokasional yang hanya berdasarkan pelayanan professional yang bekerja pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan.

Sotf skill adalah kunci

Pada era ini, yang mutlak di butuhkan para pekerja untuk bisa menghadapi perubahan pada 2020 dan seterusnya, terutama karena adanya industri 4.0 keahlihan tersebut diantaranya pemecahan masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan, berorientasi service, negosiasi dan feksibilitas kognitif.

Menariknya lebih dari setengah skil tersebut merupakan soft skill, artinya soft skil menjadi salah satu Faktor penting dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ke depanya sehingga sumber daya manusia(SDM) tidak akan tergantikan bahkan oleh robot sekalipun.

5 Soft skil yang paling di butuhkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0

  1. Kreativitias: Seorang perawat mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk memberi ide kreativ dalam memecahkan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Umumnya kreativitas sebagai Person, Process, Press, Product. Keempat P ini saling berkaitan, yaitu Pribadi (Person) kreatif yang melibatkan diri dalam proses (Process) kreatif, dan dengan dorongan dan dukungan (Press) dari lingkungan, menghasilkan produk (Product) kreatif. Sehingga kertivitas dan inovasi sangat penting dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dalam segala hal
  2. Persuasi: Perawat harus menggunakan komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.Melalui persuasi setiap perawat mencoba berusaha mempengaruhi kepercayaan dan harapan pasien.Persuasi pada prinsipnya merupakan upaya menyampaikan informasi dan berinteraksi antar manusia dalam kondisi di mana kedua belah pihak sama-sama memahami dan sepakat untuk melakukan sesuatu yang penting bagi kedua belah pihak.maka kita dapat bina hubungan saling percaya (BHSP) kepada pasien kita agar mereka lebih terbuka dalam proses pelayanan kesehatan
  3. Kolaborasi: Tenaga kesehatan harus bisa bentuk interaksi, diskusi, kompromi, kerjasama yang berhubungan dengan individu, kelompok atau beberapa pihak kesehatan lainnya,  Selain itu, kolaborasi artinya memiliki nilai-nilai yang sama dan kuat sebagai komponen kolaborasi efektif. memiliki arah tujuan yang sama, persepsi tekad untuk mencari solusi untuk memyembuhkan pasien Oleh sebab itu kolaborasi sangat di perlukan antar sesama tenaga kesehatan.
  4. Adaptasi:     Perawat mampu  menyesuaikan/beradaptasi terhadap perbuhanan global yang semakin pesat di era revolusi industri 4.0 Sehingga perawat tidak akan kalah saing bahkan dengan teknologi sekalipun.
  5. Manajemen waktu: Perawat harus mempunyai daftar list perncanan yang akan di lakukan supaya akan terorganisir degan baik dan until mengembangkan waktu terhadap priduktivitas waktu guna untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Dari kelima soft skli tersebut yang kita punya maka kita tidak akan tergantikan oleh apapun dan di era manapun.

Hard Skils Yang Harus Di Persiapkan  Di Era 4.0
1. Komputasi awan  ( cloud computing)
2. Kecerdasan buatan (artifical inteligance)
3. Analisa sebab akibat (analytical reasoning)
4. Manjemen sumber daya manusia (people management)

Oleh karena itu, marilah mengubah tantangan ini menjadi peluang. Peluang yang dapat menjadikan perawat menjadi generasi perawat yang berkualitas dan kompeten dengan adanya sifat caring. Marilah berkontribusi meningkatkan sifat caring agar kualitas profesi keperawatan juga meningkat. Perawat harus bersanding dengan sifat caring, karena sifat caring bersanding dengan peningkatan kepuasan klien sehingga bukan tidak mungkin kualitas profesi keperawatan juga akan meningkat serta profesi keperawatan dapat bertahan di era Revolusi Industri 4.0.

Kita sebagai tenaga kesehatan harus bersiap-siap mulai dari sekarang untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan mampu melewati tantangan besar yang mampu terjadi diera ini perawat saat ini tidak hanya dituntut bisa menjadi penyedia layanan keperawatan yang berkualitas.Serta diharapkan kedepannya perawat mampu menjadi advokat bagi para pasien dan wajib memiliki keahlian konseling terkait tindakan preventif dan promosi kesehatan bagi masyarakat diera revolusi industri 4.0.


Sumber:

  • STIKES Bethesda Yakkum. 2019. Peran perawat di era revolusi industri. Johar Nurhadi No.6 DIY

Satu tanggapan untuk “Tantangan Perawat Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

  • sangat bermnfaat

Komentar ditutup.