Teori Defisit Perawatan Diri Dorothea Elizabeth Orem

Gustinerz.com | Dorothea Elizabeth Orem adalah salah satu ahli teori keperawatan tekemuka di Amerika, lahir di Baltimore, Maryland tahun 1914. Oren (2001) menyatakan keperawatan merupakan bagian dari pelayanan kesahtan yang diselenggarakan untuk memberikan perawatan langsung kepada orang-orang yang benar-benar memiliki kebutuhan perawatan langsung akibat gangguan kesehatan atau mereka yang membutuhkan perawatan kesehatan.

Teori keperawatan self-care dikemukakan oleh Orem pada tahun 1971 dan dikenal dengan toeri self-care deficit nursing theory (SCDNT) yang memiliki 3 komponen yakni self-care, teori self-care deficit dan teori nursing system.

Perawatan diri (self-care) diartikan sebagai wujud perilaku seseorang dalam menjaga kehidupan, kesehatan, perkembangan dan kehidupan disekitranya. Perawatan diri adalah fungsi reglasi manusia bahwa individu harus, dengan pertimbangan, melakukan sendiri atau harus dilakukan bagi mereka untuk mempertahankan hidup, kesehatan, perkembagan dan kesejahteraan.

Self-care agency adalah kemampuan atau kekuatan yang dimiliki oleh seorang individu untuk mengidentifikasi, menetapkan, mengambil keputusan dan melaksanakan self-care. Orem mengidentifikasi sepuluh faktor dasar yang memengaruhi self-care agency (basic conditioning factor) yaitu usia, gender, tahap perkembangan, tingka kesehatan, pola hidup, sistem pelayanan kesehatan keluarga, dan lingkungan eskternal.

Dikutif dari Nursalam, 2017
Dikutip dari Nursalam, 2015

Self-care dapat digunakan sebagai tehnik pemecahan masalah dalam kaitanyanya dengan kemampuan koping dan kondisi stresful karena penyakit (misalnya kanker). Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan self-care meningkatkan kualitas hidup dengan menurunkan nyeri, kecemasan, dan keletihan, dll.

Berdasarkan teori self care oleh Dorethea Orem, manusia pada dasarnya mempunyai kemampuan dalam merawat dirinya sendiri yang disebut Self Care Agency. Ketika terjadi defisit perawatan diri, peran perawat sebagai nursing agency membantu untuk memaksimalkan kemampuan pelaksanaan perawatan diri pada pasien/klien.

Misalnya pada ibu post parum melalui tindakan asuhan keperawatan mandiri perawat berupaya melakukan supportif-educative system dengan memberikan Guidance (booklet) and teaching untuk meningkatkan kemampuan atau kemandirian pelaksanaan perawatan diri ibu (self care agency) terhadap kebutuhan perawatan diri ibu (self care demand) seperti kemampuan memenuhi nutrisi dan cairan, ambulasi, ebersihan diri, perwatan perinium, perawatan payudara, miksi, dan defekasi.< Beranda

Sumber:

  • Buku Metodelogi penelitian keperawatan oleh Nursalam tahun 2015.
  • Buku Para Pakar Teori Keperawatan, oleh Aligood tahun 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *