Terapi SEFT dalam Menurunkan Hipertensi

Gambar: freepik

Tekanan darah adalah gaya yang diberikan darah terhadap dinding pembuluh darah dan ditimbulkan oleh desakan darah terhadap dinding arteri ketika darah tersebut dipompa dari jantung ke jaringan. Tekanan darah tinggi (hipertensi) terjadi ketika darah dipompakan melalui pembuluh darah dengan kekuatan berlebih.

Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Seseorang dikatakan hipertensi ketika keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg.



Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, di mana tekanan darah yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap penyakit stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Untuk itu, penderita yang mengalami hipertensi perlu melakukan terapi untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal kembali agar terhindar dari penyakit jantung dan otak (stroke). Untuk menurunkan tekanan darah dapat memilih terapi farmakologi (obat-obatan) jika hipertensinya sudah berat atau dengan cara non-farmakologi.

Salah satu jenis terapi non-farmakologi yang dapat diterapkan oleh penderita hipertensi adalah terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). yang merupakan terapi relaksasi dalam bentuk mind body therapy dari terapi komplementer yang dengan perangsangan titik-titik akupuntur dipermukaan tubuh. SEFT merupakan teknik penggabungan sistem energi tubuh dan terapi spiritual dengan metode tapping pada beberapa titik tertentu pada tubuh.

Sebetulnya sistem kerja SEFT hampir sama dengan terapi akupuntur dan akupresur yang berusaha merangsang titik-titik kunci pada sepanjang 12 jalur energi (titik energi merdian) tubuh, namun SEFT menambahkan unsur spiritual dalam pelaksanaan terapinya, disamping itu juga SEFT lebih aman, mudah, cepat dan sederhana karena hanya menggunakan ketukan ringan (tapping).

SEFT sendiri bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan secara fisik maupun psikis, meningkatkan kinerja, prestasi dan meraih kedamaian hidup. Hal ini bisa dicapai dengan tahapan The Set Up (menetralisir energi negatif dalam tubuh), The Tune In (mengarahkan pikiran pada tempat rasa sakit) dan Tapping (mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik meridian).

Lalu, Mengapa SEFT dapat menurunkan tekanan darah tinggi?

Hal ini memungkinkan terjadi karena, SEFT dapat memberikan efek relaksasi dan menekan produksi hormon stres seperti epineprin dan kortisol yang akan berdampak pada penurunan kerja jantung. Selanjutnya hipotalamus akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik untuk merangsang vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah dan menekan kerja saraf simpatis dengan cara menghambat respon stres saraf simpatis yang menyebabkan penurunan tekanan darah.

Sementara itu, spiritual dalam SEFT dapat membantu menenangkan hati dan mengurangi beban (stres). Dengan pendekatan kepada Tuhan dapat memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian, dengan pikiran yang positif dapat menjadikan seseorang menjadi rileks menyebabkan aliran darah menjadi lancar.

Apakah sudah ada bukti (penelitian) yang menyatakan SEFT dapat menurunkan tekanan darah?

Penelitian Sartika (2018) yang melakukan SEFT pada penderita hipertensi didapatkan bahwa SEFT efektif dalam menurunkan tekanan darah. Fitri (2017) juga menemukan hal yang sama di mana ia menemukan ada penurunan tekanan darah (diastolik) pada penderita hipertensi setelah dilakukan terapi SEFT.

Bagimana cara melakukan terapi SEFT?

Terapi SEFT dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 15-25 menit dalam setiap kali terapi, dengan prosedur sebagai berikut:



Sebelum melakukan terapi, perlu dilakukan tahapan persiapan

  • Pastikan klien siap untuk dilakukan SEFT
  • Jauhkan benda toxin (jam, sabuk, handphone, laptop, cincin, pakaian yang wangi atau benda yang berada di tubuh kita atau didepan kita dijauhkan)
  • Anjurkan untuk meminum air putih terlebih dahulu (untuk mencegah energi yang keluar saat tapping)
  • Posisi SEFTer dengan pasien tidak boleh berhadapan karena adanya hantaran energi yang keluar dari tubuh, dianjurkan untuk posisi menyamping antara SEFTer dengan pasien
  • Pakaian yang longgar/nyaman.

Prosedur pelaksanaan SEFT

  1. Estimate Severity: Ukur skala awal dari masalah dengan kisaran angka 0 sampai 10. Identifikasi rasa sakitnya, bukan nama sakitnya. Contoh: (sakit kepala bagian samping, nyeri pundak atas kanan, dan lain-lain). Angka 0 berarti tidak ada gangguan (tidak terasa sakit sama sekali) dan angka 10 berarti gangguan sangat kuat atau masalahnya sangat berat.
  2. Melakukan Set Up: Ucapkan kalimat set up sesuai dengan masalah yang sedang anda hadapi dengan penuh perasaan sebanyak 3 kali, sambil menekan dada di bagian sore spot, yaitu di daerah sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit.Contoh:Ya Allah, meskipun saya menderita nyeri perut yang sangat hebat dan sering beser, saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu sepenuhnya. (Bila anda beragama lain, anda bisa mengganti Ya Allah dengan Ya Tuhan)
  3. Lakukan Tune up:Pikirkan dan bayangkan peristiwa spesifik yang membangkitkan emosi negatif yang ingin dihilangkan sambil mengulangi kata pengingat yang mewakili emosi negatif yang kita rasakan. Kata pengingat terbaik, biasanya diambil dari kalimat yang kita pilih dalam set up, misalnya: rasa nyeri.Cara lain melakukan tune in ialah sambil membayangkan peristiwanya atau merasakan sakitnya, lalu kita mengganti kata pengingatnya dengan doa khusyuk: Saya ikhlas, saya pasrah padaMu Ya Allah.
  4. Lakukan Tapping:Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sebanyak kurang lebih 5-7 kali ketukan, sambil terus melakukan tune in (mengucapkan permasalahn yang sedang dialami klien). Adapun titik-titik tersebut adalah:
    1. top of head (bagian atas kepala)
    2. end of eyebrow (titik permulaan alis mata)
    3. side of eye (titik permulaan alis mata)
    4. under eye (2 cm di bawah mata)
    5. under nose (di bawah hidung)
    6. chin (antara dagu dan bagian bawah bibir)
    7. collarbone (pada ujung tempat bertemu tulang dada dan tulang rusuk pertama)
    8. under arm (untuk laki-laki terletak di bawah ketiak sejajar dengan putting susu dan wanita terletak di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara)
    9. gamut (di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking)
    10. karate point (di samping telapak tangan)
  5. Di titik terakhir (Gamut Spot), lakukan 9 Gamut procedure sambil menekan pada titik gamut dan tuning adalah sebagai berikut:
    • Menutup mata
    • Membuka mata
    • Menggerakkan mata dengan keras ke kanan bawah
    • Menggerakkan mata dengan keras ke kanan bawah
    • Memutar bola mata searah jarum jam
    • Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam
    • Bergumam dengan berirama selama 2 detik
    • Menghitung dari 1 sampai 5
    • Bergumam dan bersenandung lagi selama 2 detik
  6. The Tapping Again: langkah terakhir adalah mengulang lagi thetapping dan diakhiri dengan tarik nafas panjang, hembuskan dan ucapkan rasa syukur (sesuai agama masing-masing).
  7. Hasil: Pasien memiliki perasaan lega dengan beban yang dirasakan selama ini, missal kecemasan, rasa takut, stress, kecewa, nyeri
  8. Hal yang perlu diperhatikan: pastikan lingkungan tenang dan nyaman.

Perhatikan gambar dibawah ini


Sumber:

  • https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/602/606
  • Analisis Jurnal oleh Nuryadin Sabudi dengan Judul “PENGARUH TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI tahun 2020.
  • p2pt.kemkes.go.id