Gambar: Today

Hospitalisasi adalah keadaan yang mengharuskan seorang anak untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan sampai pemulangannya ke rumah. Dampak hospitalisasi pada anak harus bisa diatasi oleh tenaga kesehatan khususnya seorang perawat yang memiliki kontak lebih dengan pasien.

Fokus intervensi keperawatan untuk mengatasi dampak hospitalisasi adalah meminimalisasi stresor, memaksimalkan manfaat hospitalisasi, memberikan dukungan psikologis pada anggota keluarga dan mempersiapkan anak sebelum di rawat di rumah sakit. Meminimalisasi stresor pada anak penting dilakukan oleh perawat sehingga, berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan perawat dalam mengurangi stres pada anak di rumah sakit.



  1. Perawat perlu memperkenalkan tim kesehatan lain kepada anak yang akan menanganinya.
  2. Lakukan permainan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan fisik pada anak, misalnya bercerita, menggambar, menonton video yang berkaitan dengan tindakan atau prosedur yang akan dilakukan pada anak dengan cara yang menarik/edukatif.
  3. Hadirkan orang tua pada saat anak menerima prosedur yang menimbulkan rasa nyeri. Dalam keadaan ini, sampaikan kepada anak dan orang tua untuk mempercayakan kepada perawat selama prosedur tersebut dilakukan.
  4. Tunjukan sikap empati sebagai pendekatan utama dalam mengurangi rasa takut akibat prosedur yang menyakitkan.
  5. Pada tindakan pembedahan elektif, lakukan persiapan khusus sehari sebelum dilakukan operasi. Salah satu yang dapat dilakukan adalah memperkenalkan kamar bedah, tindakan yang dilakukan, petugas yang akan menangani anak melalui cerita, gambar atau menonton film/video yang menggambarkan tindakan operasi tersebut.

Selain meminimalisasi stres pada anak perawat juga perlu memberikan dukungan kepada anggota keluarga dengan cara:

  1. Berikan dukungan kepada keluarga untuk mau tinggal dengan anak di rumah sakit.
  2. Beri dukungan kepada keluarga untuk menerima kondisi anaknya
  3. Fasilitasi untuk menghadirkan saudara atau teman yang dekat dengan anak yang dapat memberikan dampak positif pada anak yang dirawat.
  4. Jika diperlukan, fasilitasi keluarga untuk berkonsultasi pada psikolog atau ahli agama karena kondisi anak dapat mempengaruhi psikologis orang tua/keluarga.

Referensi:

  • Ni Ketut Mendri dan Agus Sarwo Prayogi dalam buku Asuhan Keperawatan pada Anak Sakit & Bayi Risiko Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *