Gambar: AZ Quotes

 Kolcaba mengidentifikasi jenis kenyaman menurut analisis konsep dari tiga teori yakni Orlando (1961), Henderson (1966) dan Paterson dan Zderad (1975).

  1. Relief (kelegaan): arti kenyamanan dari hasil penelitian Orlando yang mengemukakan bahwa perawat meringankan kebutuhan yang diperlukan oleh pasien.
  2. Ease (ketentraman): arti kenyamanan dari hasil penelitian Henderson, yang mengungkapkan ada 14 fungsi kebuthan dasar manusia yang harus dipertahankan selama pemberian asuhan.
  3. Transcendence: hasil penelitian Paterson dan Zderad yang menjelaskan bahwa perawat membantu pasien dalam mengatasi kesulitannya.

Struktur Taksonomi Kenyamanan, Kolcaba & Fisher (1996)

Empat konteks kenyamanan berdasarkan asuhan yang diberikan berasal dari literature keperawatan. Konteks fisilogis, psikospritual, sosiokultural dan lingkungan. Struktur taksonomi memberikan peta konten ranah mengenai kenyamanan.

Berikut kerangka konsep teori kenyamanan (Kolcaba, 2007)

  1. Kebutuhan perawat kesehatan: kebuthan kenyaman yag berkembang dari situasi stress dalam asuhan kesehatan yang tidak dapat dicapai dengan sistem dukungan penerima secara umum (tradisional). Kebutuhan manusia dapat berupa kebutuhan fisiologis, psikospritaul, sosiokultural, atau lingkungan.
  2. Intervensi untuk rasa nyaman: tindakan keperwaatn dan dditujukan untuk mencapai kebutuhan kenyamanan penerima asuhan, mencakup fisiologis, sosial, ekonomi, psikologis, lingkungan dan intervensi fisik.
  3. Variabel intervensi: interaksi yang mempengaruhi persepsi penerima mengenai kenyamaamn sepenuhnya. hal ini mencakup pengalaman sebelumnya, usia, sikap, status emosional, latar belakang budaya, sistem pendukung, prognosisi, ekonomi edukasi, dan keseleuruhan elemen lainya dari pengalaman penerima.
  4. Rasa nyaman: status yang diungkapkan atau dirasakan penerima terhadap intervensi kenyamanan yang diberikan.
  5. Perilaku mencari bantuan: tujuan hasil yang ingin dicapai tentang makna sehat yakni sikap penerima berkonsultasi mengenai kesehatanya dengan perawat.
  6. Integritas institusional: perusahan, komunitas, sekola, rumah sakit, yang memiliki kualitas lengkap, utuh, berkembang, etik dan tulus akan memiliki integritas kelembangaan.
  7. Praktik terbaik: intervensi yang diberikan petugas kesehatan sesuai dasar keilmuan dan praktik untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk pasien dan keluarga.
  8. Kebijakan terbaik institusi atau kebijakan regional dimulai dari adanya protokol prosedur dan medis yang mudah untuk diakses, diperoleh, dan diberikan.

< Beranda