Metode Komunikasi Terapeutik Dalam Keperawatan

Gambar: Diabetes South Africa

Parafase

Parafase adalah mengulang pesan klien dengan kata-kata perawat sendiri, dengan parafase perawat mengirim respons yang membuat klien tahu apakah pesan mereka dipahami dan mengacu pada komunikasi lebih lanjut. Perhatikan contoh memparafasekan pesan klien berikut:

Menjelaskan

Menjelaskan dalam hal ini mungkin didefinisikan sebagai tindakan yang menyatakan ulang sebuah pernyataan yang sudah diutarakan oleh klien (pengirim pesan). Informasi yang diberikan klien sangat penting guna perawatan yang akan dilakukan. Perhatikan contoh berikut ini:

Perawat: Tuan Andi, saat anda pulang, anda tiadak boleh memberikan tekanan pada mata anda.
Klien: saya tidak paham dengan maksud anda.
Perawat: anda tidak boleh membungkuk atau bersandar dengan kepala menghadap ke bawha. Misalnya jika anda mau mengambil keranjang cucian, jangan membungkuk tetapi tekuk lutut anda, dan tetap jaga agar kepala anda lurus



Fokus

Fokus adalah memusatkan informasi pada elemen atau konsep kunci dari pesan yang dikirimkan. Untuk memfokuskan diskusi perawat dapat memberi respons pada klien dengan mengatakan, “anda mengatakan merasa kurang sehat. Katakan pada saya kapan perasaan itu muncul.”

Menetapkan observasi

Perawat dapat mendeskripsikan kesan yang ditimbulkan oleh petunjuk non-verbal dari klien. Menetapkan observasi dapat membantu mengarahkan klien untuk berkomunikasi lebih jelas tanpa membutuhkan pertanyaan, pemfokusan dan penjelasan lebih lanjut. Contoh: Nona Dian duduk di ruang tunggu poliklinik. Ia duduk lemas di kursinya. Gerakan tubuhnya lambat dan ia menguap ketika berbicara dengan perawat. Perawat berkata “Nona Dian anda tampak lelah.”

Memberikan informasi

Dalam interaksi dengan klien, perawat seringkali memberikan informasi yang memberi klien data tambahan atau masukkan. Memberikan informasi tambahan kepada klien mendorong timbulnya respons lebih lanjut. Memberikan informasi juga dapat bermanfaat pengajaran kesehatan kepada klien.

Mempertahankan ketenangan

Ketenangan membuat perawat dan klien dapat berpikir. Ketenangan akan membantu klien memiliki kesempatan untuk berkomunikasi secara intrapersonal, menyusun strategi dan berpikir serta mengelolah informasi. Ketenangan juga membuat perawat dapat mengobservasi klien. Perawat memperhatikan pesan non-verbal, seperti ekspresi khawatir atau hilangnya kontak mata.

Menggunakan keasertifan (ketegasan)

Keasertifan adalah mempertahankan hak seseorang tanpa menyinggung orang lain yang tidak sepaham. Melalui teknik asertif orang menunjukkan perasaan dan emosi dengan penuh keyakinan, terus menerus dan jujur. Contoh kemampuan asertif yakni berbicara dengan jelas, menghadapi manipulasi dan melindungi diri dari kritik. Pesan yang jelas bersifat jelas dan spesifik serta meliputi seluruh informasi yang dibutuhkan klien untuk dipahami.


Sumber:

  • Potter & Perry, 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Ed. 4. Jakarta: EGC