Komunikasi terapeutik adalah proses dimana perawat yang menggunakan pendekatan terencana mempelajari klien. Komunikasi terapeutik (komter) mengembangkan hubungan interpersonal antara klien dan perawat. Komunikasi terapeutik disampaikan secara rahasia karena klien tahu semua informasi yang disampaikan ke perawat menjadi catatan medis bukan untuk disebarkan sebagai gosip.

Proses komunikasi terapeutik memfokuskan pada klien namun direncanakan dan dipimpin oleh profesional (dalam hal ini perawat). Komunikasi terapeutik pada akhirnya menentukan perawat untuk menetapkan hubungan kerja dengan klien dan keluarganya.



Perawat menggunakan kemampuan komunikasi ketika menetapkan hubungan terapeutik. Setiap orang memiliki teknik komunikasi yang unik dan setiap klien membutuhkan teknik komunikasi yang berbeda. Perawat harus fleksibel terhadap teknik komunikasi yang digunakan setiap klien. Berikut beberapa metode teknik komunikasi terapeutik.

Menyimak dengan penuh perhatian

Menyimak adalah salah satu teknik komunikasi terapeutik yang paling efektif. Menyimak merupakan perilaku non-verbal perawat yang menunjukkan minat pada kebutuhan dan masalah yang dihadapi klien. Untuk menjadi pendengar yang baik perawat harus menggunakan kemampuan ini;

  1. Hadapi klien ketika mereka berbicara
  2. Pertahankan kontak mata yang alamiah untuk menunjukkan keinginan untuk mendengar
  3. Mengambil postur yang menunjukkan keinginan menyimak. Hindari menyilangkan kaki dan tangan karena ini menunjukkan postur defensif
  4. Hindari gerakan tubuh yang mengganggu seperti meremas tangan, mengetukkan kaki atau bermain-main dengans sebuah benda di tangan.
  5. Mengangguk ketika klien berbicara tentang hal yang penting atau mencari persetujuan
  6. Condong ke pembicara untuk menunjukkan keterlibatan

Menunjukkan penerimaan

Untuk menunjukkan penerimaan perawat harus selalu waspada terhadap ekspresi non-verbal pribadi. Perawat menghindari ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang menunjukkan ketidaksetujuan, seperti mengerutkan dahi atau menggelengkan kepala. Dibawah ini menunjukkan bahwa perawat menerima apa yang dikatakan klien.

  1. Menyimak tampak menginterupsi
  2. Menunjukkan respon verbal yang menunjukkan pemahaman
  3. Yakin bahwa petunjuk non-verbal sesuai dengan komunikasi verbal
  4. Menghindari perselisihan, menunjukkan kesangsian atau keinginan untuk mengubah pikiran klien.

Mengajukan pertanyaan yang berhubungan

Tujuan perawat bertanya adalah untuk memperoleh informasi spesifik mengenai klien. Pertanyaan paling efektif jika berkaitan dengan topik atau subjek yang didiskusikan dan menggunakan kata-kata dan pola dalam konteks sosiokultural klien yang normal.

Perhatikan contoh 1 pertanyaan mengikuti rangkaian yang logis

Perawat: tuan Andi, dapatkah anda tunjukkan kepada saya mana yang sakit.
Klien: kelihatannya di punggung.
Perawat: di punggung bagian mana?
Klien: di sini bagian bawah.
Perawat: bagaimana rasanya?
Klien: rasanya seperti ditusuk pisau.

Jika perawat menghendaki klien berelaborasi, pertanyaan terbuka adalah yang paling efektif karena memberi klien kesempatan untuk secara lebih lengkap membicarakan masalah atau perhatian. Perhatikan contoh berikut:

  1. Tolong anda jelaskan rasa sakit yang anda derita?
  2. Apa yang menjadi masalah?
  3. Jelaskan pada saya bagaimana perasaan keluarga anda terhadap penyakit anda?