Penderita Penyakit Ini Tidak Layak Divaksinasi Covid

Ilustrasi | ©Sky News

Penderita penyakit yang layak diberikan vaksin covid-19.

  1. Reaksi anafilaksis (bukan akibat vaksinasi Covid)
    • Jika tidak terdapat bukti reaksi anafilaksis terhadap vaksin Covid ataupun komponen yang ada dalam vaksin Covid sebelumnya, maka individu tersebut dapat divaksinasi Covid. Vaksinasi dilakukan dengan pengamatan ketat dan persiapan penanggulangan reaksi alergi berat. Sebaiknya dilakukan di layanan kesehatan yang mempunyai fasilitas lengkap
  2. Alergi obat
    • Pasien dengan alergi obat dapat diberikan vaksinasi Covid. Namun harus diperhatikan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik neomicin, polimiksin, streptomisin, dan gentamisin perlu menjadi perhatian terutama pada vaksin yang mengandung komponen antibiotik tersebut
  3. Alergi makanan
    • Alergi makanan tidak menjadi kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid
  4. Asma bronkial*
    • Asma bronkial yang terkontrol dapat diberikan vaksinasi Covid. Jika pasien dalam keadaan asma akut disarankan untuk menunda vaksinasi sampai asma pasien terkontrol baik
  5. Rhnitis alergi
    • Rinitis tidak menjadi kontraindikasi untuk dilakukan vaksinasi Covid
  6. Urtikaria
    • Jika tidak terdapat bukti timbulnya urtikaria akibat vaksinasi Covid, maka vaksin layak diberikan. Jika terdapat bukti urtikaria, maka menjadi keputusan dokter klinis untuk pemberian vaksinasi Covid. Pemberian antihistamin dianjurkan sebelum dilakukan vaksinasi
  7. Dermatitis atopi
    • Dermatitis atopi tidak menjadi kontraindikasi untuk dilakukan vaksinasi
  8. HIV
    • Vaksinasi yang mengandung kuman yang mati/komponen tertentu dari kuman dapat diberikan walaupun CD4<200. Perlu dijelaskan kepada pasien bahwa kekebalan yang timbul dapat tidak maksimal, sehingga dianjurkan untuk diulang saat CD4>200
  9. Penyakit Paru Obstruktif Kronik
    • PPOK yang terkontrol dapat diberikan vaksinasi Covid. Pasien dalam kondisi PPOK eksaserbasi akut disarankan menunda vaksinasi sampai kondisi eksaserbasi teratasi
  10. Tuberkulosis
    • Pasien TBC dalam pengobatan layak mendapat vaksin Covid minimal setelah dua minggu mendapat Obat Anti Tuberkulosis
  11. Kanker Paru
    • Pasien kanker paru dalam kemoterapi/terapi target layak mendapat vaksinasi
  12. Interstitial lung disease
    • Pasien ILD layak mendapatkan vaksinasi Covid jika dalam kondisi baik dan tidak dalam kondisi akut
  13. Penyakit hati
    • Vaksinasi kehilangan keefektifannya sejalan dengan progresifisitas penyakit hati. Oleh karena itu, penilaian kebutuhan vaksinasi pada pasien dengan penyakit hati kronis sebaiknya dinilai sejak awal, saat vaksinasi paling efektif/respons vaksinasi
    • Jika memungkinkan, vaksinasi diberikan sebelum transplantasi hati.
    • Inactivated vaccine lebih dipilih pada pasien sirosis hati
  14. Hipertensi
    • Hipertensi terkontrol dengan batasan <140/90 dengan atau tanpa obat
  15. Diabetes Melitus
    • Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksin
  16. Obesitas
    • Pasien dengan obesitas tanpa komorbid yang berat
  17. Nodul tiroid
    • Jika tidak terdapat keganasan tiroid
  18. Pendonor darah
    • Pada Permenkes RI, donor darah sebaiknya bebas vaksinasi selama setidaknya 4 minggu (untuk semua jenis vaksin). Jika vaksin Sinovac diberikan dengan jeda 2 minggu antar dosis, maka setelah 6 minggu baru bisa donor kembali.
  19. Penyakit Gangguan Psikosomatis
    • Sangat direkomendasikan dilakukan komunikasi, pemberian informasi dan edukasi yang cukup lugas pada penerima
    • Dilakukan identifikasi pada pasien dengan masalah gangguan psikosomatik, khususnya ganggguan ansietas dan depresi perlu dilakukan KIE yang cukup dan tatalaksana
    • Orang yang sedang mengalami stress (ansietas/depresi) berat, dianjurkan diperbaiki kondisi klinisnya sebelum menerima vaksinasi
    • Perhatian khusus terhadap terjadinya Immunization Stress-Related Response (ISRR) yang dapat terjadi sebelum, saat dan sesudah imunisasi pada orang yang berisiko :
      1. Usia 10-19 tahun
      2. Riwayat terjadi sinkop vaso-vagal
      3. Pengalaman negative sebelumnya terhadap pemberian
      4. Terdapat ansietas sebelumnya.

Sumber: