Peran Penting Komunikasi Orang Tua Terhadap Anak Dalam Pembinaan Minat Baca Sejak Dini

ilustrasi | ©learnwithhome
Tulisan Oleh: Kartika Dewi Rahmawati (Mahasiswi)

Pentingnya pembinaan minat baca baiknya harus dimulai dari lingkup terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Peran aktif orang tua salah satunya membentuk anak-anak agar gemar membaca. Cara yang tepat ialah melalui komunikasi karena komunikasi merupakan aspek penting yang wajib dipahami oleh orang tua sebab tanpa adanya komunikasi yang efektif, pembinaan minat baca pada anak akan mustahil terbentuk. Komunikasi antara orang tua dan anak yang efektif akan berdampak baik bagi pembinaan minat baca anak sejak dini.

Pembinaan minat baca sejak dini pada anak juga dilandasi atas dasar bahwa buku adalah jendela dunia. Sudah semestinya kita gemar membuka jendela agar mengetahui apa saja hal-hal yang ada di sekeliling kita. Tujuan utama dari pembinaan minat baca adalah menciptakan masyarakat membaca dengan penekanan pada penciptaan lingkungan membaca untuk semua jenis bacaan pada semua lapisan masyarakat. Pentingnya tujuan ini menyebabkan pentingnya pula tanggung jawab orang tua sebagai penanggung jawab pertama bagi anak pada pembinaan minat baca di lingkungan keluarga. Seorang anak adalah peniru hebat bagi orang tuanya maka perlu diciptakan atmosfer membaca di dalam keluarga.



Anak sebagai anggota keluarga memiliki hubungan yang erat dengan orang tua terutama dalam hal komunikasi. Suatu komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat mengakibatkan stimulus yang baik pula bagi hubungan kedepannya. Komunikasi yang baik ialah yang bersifat dua arah dan menimbulkan lima hal, yakni:

  1. Pengertian, artinya penerimaan yang cermat dari stimuliti yang dimaksudkan oleh komunikator.
  2. Kesenangan, artinya komunikasi dapat menimbulkan kesenangan, hubungan menjadi hangat, dan akrab serta menyenangkan.
  3. Pengaruh pada sikap, ialah proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan tindakan orang dengan menggunakan manipulasi psikologis sehingga orang tersebut bertindak seperti kehendaknya sendiri
  4. Hubungan sosial yang baik, yakni kebutuhan untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi pengendalian dan kekuasaan, cinta serta kasih sayang
  5. Tindakan, artinya komunikasi dapat membuahkan tindakan yang nyata.

Pentingnya hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak mempengaruhi orang tua dalam mengetahui cara berpikir anak dan setiap persoalan yang dihadapinya. Ketika anak mulai berhubungan dengan kelompok sosial yang lebih luas, dalam menghadapi permasalahan tentunya membutuhkan dukungan dan dorongan dari orang tua. Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk komunikasi antara orang tua dan anak. Jika orang tua tidak memperhatikan hal tersebut karena terlalu sibuk, maka hal ini dapat merenggangkan hubungan keduanya.

Menurut Lunadi (1995:35-45), terdapat lima aspek penting dalam komunikasi antara orang tua dengan anak yaitu mendengarkan, pernyataan, keterbukaan, kepekaan, dan umpan balik. Mendengarkan artinya suatu komunikasi harus dilakukan dengan pikiran dan hati serta segenap indera yang diharapkan si pembicara. Aspek pernyataan, artinya dapat menyampaikan suatu pernyataan kepada orang lain, dengan mula-mula harus dipahami gagasannya terlebih dahulu. Jika gagasan masih samar-samar bagi diri kita, maka bagi orang lain akan semakin samar. Sehingga, kejelasan pernyataan adalah penting agar apa yang kita sampaikan jelas bagi penerima komunikasi. Aspek keterbukaan artinya terbuka untuk menyatakan isi hati dan terbuka untuk mendengarkan. Aspek kepekaan artinya dalam melakukan komunikasi yang mengena, pihak-pihak yang berkomunikasi harus memiliki kepekaan yaitu tidak asal mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran. Aspek umpan balik, yaitu mendapat tanggapan yang dikirimkan kembali. Memberikan umpan balik memungkinkan kita mengetahui isi pesan lebih sempurna dan banyak.

Pengaruh mula-mula yang diperoleh oleh seorang anak ialah dari orang tuanya. Maka, apabila seorang anak tumbuh dan berkembang di lingkungan penuh dengan buku dan aneka bacaan, anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pembaca yang baik. Untuk memperoleh kondisi demikian diperlukan kunci bagi komunikasi agar sukses membentuk pribadi anak. Wilbur Schramm menampilkan apa yang ia sebut sebagai “The condition of success in communication”, yakni:

  1. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga menarik perhatian komunikan. Orang tua perlu merancang pembinaan minat baca yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, sehingga anak akan tertarik. Kesan menggurui terkadang justru membuat anak lari dari program yang diterapkan oleh orang tua mereka.
  2. Pesan harus menggunakan lambang-lambang yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti. Teknik yang dapat digunakan adalah dengan membuat koran dinding hasil kreasi anak-anak. Menempel berbagai hasil karya tulis anak seperti gambar atau puisi.
  3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Tugas-tugas dari sekolah bisa menjadi mediator dalam membangkitkan minat baca anak. Orang tua wajib memberikan pengarahan bagaimana cara anak memperoleh sumber informasi yang berkaitan dengan tugas sekolah. Tunjukkan beberapa koran, buku, atau majalah yang mungkin dapat membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah.
  4. Pesan harus menyarankan cara memperoleh kebutuhan sesuai situasi kelompok, dimana komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan-tanggapan yang dikehendakinya. Orang tua minimal harus mengetahui dimana anak dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan apakah di perpustakaan, taman bacaan, di toko buku atau cukup di rumah saja. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan minat baca, sehingga tidak ada salahnya jika orang tua juga perlu mengetahui dimana sumber informasi yang dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk anak-anaknya.

Dalam pembinaan minat baca sejak dini, yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mendorong tumbuhnya minat baca anak adalah dengan berdiskusi. Melalui berdiskusi anak diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau bertanya tentang berbagai permasalahan. Sambil membicarakan segala hal, orang tua dapat menyelipkan anjuran betapa pentingnya membaca berbagai buku dan beragam bacaan untuk menambah wawasan. Melalui cara ini diharapkan dapat terjadi pertukaran pikiran sehingga anak akan terpacu untuk membaca.

Pembinaan minat baca yang dimulai sejak dari dalam keluarga mempunyai kontribusi yang sangat penting guna menciptakan masyarakat yang gemar membaca. Perlunya kontinuitas, kesabaran, dan ketelatenan tersendiri membuat hal ini menjadi susah-susah gampang. Intensitas komunikasi merupakan pupuk bagi tumbuhnya budaya baca minimal di lingkungan keluarga. Komunikasi yang efektif dalam keluarga dapat mengubah atau memperkuat tingkah laku termasuk menciptakan masyarakat yang gemar membaca.


Referensi:

  • Diolah dari artikel Peran Komuikasi Antara Orang Tua Dengan Anak Dalam Pembinaan Minat Baca Sejak Dini (url: https://ejournal.perpusnas.go.id/mp/article/view/946/920)