Komunikasi antar tenaga kesehatan di suatu pelayanan kesehatan baik itu rumah sakit, puskesmas, dan klinik lainnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama saat melaporkan kondisi pasien kepada tenaga kesehatan lainnya. Untuk itu di sebuah rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya telah diterapkan metode komunikasi yang disebut dengan SBAR.

SBAR adalah singkatan dari situation, background, assesment, dan recomendation yang didefinisikan sebagai metode komunikasi yang digunakan untuk anggota tim kesehatan dalam melaporkan kondisi pasien. SBAR menjadi acuan dalam pelaporan kondisi pasien saat transfer pasien, menyediakan kerangka kerja untuk komunikasi antara tim kesehatan tentang kondisi pasien.



SBAR didesain untuk dapat dengan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan. Dengan menerapkan metode SBAR tenaga kesehatan dapat mengembangkan kerja anggota tim dan meningkatkan keselamatan pasien.

Penerapan metode SBAR

  1. Situation: perawat menyebut usia pasien, jenis kelamin, diagnosis, prosedur, status mental, kondisi pasien apakah stabil atau tidak.
  2. Background: perawat menyampaikan apa saja yang terjadi pada pasien (pokok masalah), keluhan yang mendorong untuk dilaporkan misalnya sesak nafas, nyeri dada, dan sebagaimana. Perawat juga perlu menjelaskan kronologi mengapa masalah itu muncul serta data penunjang pasien.
  3. Assesment: Penilaian yang dilakukan yang difokuskan pada problem yang terjadi  pada pasien jika tidak diantisipasi masalah tersebut akan menyebabkan kondisi yang lebih buruk.
  4. Recomendation: menyebutkan hal-hal yang dibutuhkan untuk ditindak lanjuti dan intervensi yang perlu direkomendasikan oleh perawat.

Contoh kasus penggunaan metode komunikasi SBAR

Seorang perempuan berusia 30 tahun dalam perawatan di ruang interna sejak 2 hari dengan keluhan sesak nafas. Perawat primer melaporkan kepada dokter penanggung jawab pasien bahwa pasien masih mengalami sesak nafas. Perawat telah memberikan posisi fowler dan obat-obatan sesuai indikasi/saran dokter.

Apakah tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan perawat primer tersebut?

Dari uraian kasus diatas perawat telah melakukan komunikasi SBAR hingga tahap asesmen pasien yakni menyampaikan masalah yang terjadi yaitu masih mengalami sesak nafas, sehingga tahapan SBAR selanjutnya yang dilakukan oleh perawat adalah Recomendation berupa merekomendasikan pemberian oksigen pada level maintenance.

Adanya metode SBAR akan lebih mempermudah anggota tim kesehatan dalam berkomunikasi terkait peningkatan kesehatan pasien.


Referensi:

  • Diolah dari AIPNI, 2018. siNERSI dan sumber lainnya.